* Air untuk Kesehatan Tubuh Kita.

Setiap sel dalam tubuh kita membutuhkan air untuk hidup sehat. Kita kehilangan kira-kira 3 liter air lewat pembuangan urin, keringat, dan uap air.

Rata-rata kebutuhan kita akan air adalah 1,5 sampai 2,5 liter sehari. Jika matahari bersinar terik sekali atau sedang olahraga, kebutuhan air itu meningkat lebih dari biasa.

Berikut ini berbagai cara menambah kebutuhan asupan air dalam tubuh agar kita terhindar dari dehidrasi, yaitu:

  • Buatlah kebiasaan minum air putih saat beristirahat. Ketika bekerja di depan komputer, setelah 20 menit, istirahatkan mata dari layar komputer . Ambil segelas air dan teguk beberapa kali.
  • Selalu memulai acara makan dengan semangkuk sup.
  • Jangan lupa, bawa sebotol air mineral di dalam mobil atau di dalam tas jika Anda bepergian naik bus.
  • Pilih sayuran yang mengandung air seperti brokoli, wortel, apel, kentang, dan yoghurt.
  • Jangan lupa minum setelah makan. Harap diingat kopi mengandung kafein tak terhitung sebagai asupan air untuk Anda. Kafein dalam minuman itu bersifat diuretik, sehingga Anda harus bolak balik buang air kecil.

* Tubuh kita harus dipasok Air Sehat.

Air adalah zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Dengan terpenuhinya kebutuhan ini, maka seluruh proses metabolisme dalam tubuh manusia bisa berlangsung dengan lancar.

Sebaliknya, jika kekurangan air, maka proses metabolisme terganggu. Akibatnya bisa terjadi dehidrasi, yang pada tahapan lebih lanjut bisa menimbulkan kematian.
Komposisi tubuh manusia sebagian besar adalah air (cairan), yaitu sekitar 60 hingga 70 persen. Karena itu, air memegang peranan yang sangat penting dan tidak tergantikan.

Air adalah esensial dan tidak bisa disintesakan. Ini berbeda dengan senyawa lain, seperti karbohidrat, lemak, dan protein. ”Lemak bisa disintesakan dari karbohidrat. Protein dan karbohidrat juga sama. Tapi, air tidak bisa disintesakan. Ia harus diperoleh dari luar tubuh,” Begitu pentingnya kebutuhan air, tubuh harus memperoleh dosis yang cukup setiap hari. Jumlah ideal Air yang harus dikonsumsi oleh tubuh kita adalah dua liter per hari yang merupakan jumlah total cairan yang masuk ke dalam tubuh.

”Orang sering salah mempersepsikan hal ini. Yang disebut dua liter kadang disamakan dengan delapan gelas air minum. Padahal itu adalah total cairan yang harus masuk ke dalam tubuh. Dan itu tidak harus dari air minum. Makan buah semangka juga bisa mencukupi kebutuhan karena mengandung banyak air.”

Dehidrasi adalah jika tubuh kita kekurangan cairan, maka tubuh akan terkena dehidrasi. Tingkatnya bisa ringan sampai berat. Dehidrasi yang berat bisa menimbulkan kematian.

Sel tubuh manusia, sebagian besar berisi air. Kalau kekurangan air, maka sel akan kehilangan komponen intinya. ”Ini akan menganggu keseimbangan metabolisme. Dan ini berbahaya karena bisa menimbulkan kematian.”

Dehidrasi bisa terjadi jika kita kena penyakit diare. Penyakit ini disebabkan oleh mikroba dalam makanan yang masuk ke dalam tubuh. Artinya, dalam tubuh terdapat racun. Kondisi ini menyebabkan air diserap dalam jumlah yang banyak ke dalam usus lalu dikeluarkan. Kebanyakan pada penderita diare, cairan tubuh banyak yang terbuang atau dikeluarkan.

Karena itu, penderita diare harus diberi minum dalam jumlah yang banyak untuk mengganti cairan tubuhnya yang hilang. ”Bahkan kalau perlu air minumnya diberi tambahan mineral atau banyak dikenal orang adalah oralit.”

Dehidrasi juga bisa terjadi pada mereka yang melakukan olahraga berat sehingga banyak mengeluarkan keringat yang merupakan hasil metabolisme dalam tubuh untuk menghasilkan energi. Jika banyak mengeluarkan keringat, berarti banyak cairan tubuh yang keluar. Karenanya, orang yang berolahraga berat juga harus memperbanyak minum.

Selain itu dehidrasi juga bisa terjadi pada orang yang berada di daerah yang sangat kering, misalnya kawasan Timur Tengah. Karena itu, masyarakat di sana biasanya mengenakan tutup kepala ketika keluar dari rumah. Ini untuk mencegah penguapan cairan dari dalam tubuhnya.

”Orang yang bekerja di ruangan ber-AC juga harus banyak minum. Sebab AC menyedot cairan yang ada di sekitarnya. Karena itu, orang yang sering bekerja di ruangan AC biasanya kulitnya kering. Apalagi jika minumnya sedikit.”

* Kategori Air Sehat.

Air yang harus kita minum adalah air yang sehat. Ini bisa dilihat dari aspek fisik, kimia, dan mikrobiologi. Secara fisik, air yang sehat adalah yang jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. ”Lebih detail lagi, air bisa diminum dengan berbagai syarat secara kimia dan mikrobiologi. Secara kimia, air sehat adalah yang kadar pH-nya netral dan kandungan mineral-mineral tertentu ada batasannya.”

Sedangkan secara mikrobiologi, air yang sehat adalah yang tidak mengandung mikroba penyebab penyakit (patogen). Misalnya, bakteri E coli yang bisa menyebabkan diare dan salmonela yang bisa mengakibatkan tipus. Kedua bakteri ini biasanya terdapat dalam kotoran atau tinja manusia. Dalam kondisi normal, air tidak mengandung dua bakteri tersebut. Jika ternyata mengandung itu, maka berarti telah tercemar oleh tinja manusia. ”Kalau sumber airnya benar, tidak akan tercemar oleh bakteri E coli dan salmonella.”

* Cara Memperoleh Air Sehat.

Untuk memperoleh air sehat perlu dilakukan serangkaian proses pengolahan (water treatment). Perusahaan Air Minum (PAM/PDAM) memiliki mekanisme sendiri untuk pengolahan air sehingga siap dimasak. Yaitu lewat proses sedimentasi dan filtrasi.

Di negara maju seperti Jepang, Singapura, Amerika dan Eropa, air yang keluar dari kran bisa langsung diminum karena sudah steril. ”Di negara kita Indonesia belum seperti itu. Prosesnya belum sampai pada tahapan siap minum namun baru siap masak.”

Sementara proses pengolahan air minum dalam kemasan (AMDK) lebih panjang lagi. Sterilisasinya menggunakan ozon dan ultra violet. Perusahaan AMDK memiliki standar internasional dalam pengolahan air minum. Dalam hal ini prinsip good manufacturing practice (GMP) dilakukan secara ketat.

Dengan demikian, semua jenis AMDK bisa diminum dengan aman. Sedangkan pada air isi ulang, setelah dilakukan pengujian sebenarnya aman. Hanya saja, yang bermasalah adalah botolnya.

”Kalau di perusahaan AMDK, pembersihan botol dilakukan dengan proses tertentu sehingga benar-benar bersih. Sedangkan pada air isi ulang, kita tidak tahu botolnya dibersihkan seperti apa. Jadi masalahnya ada pada botolnya dan bukan pada air isi ulangnya. Ini biasanya terjadi karena kesalahan pada proses penyimpanan. Kalau ada pencemaran berarti komposisinya telah berubah. Ini artinya air kemasan tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Maka berarti cemaran terjadi pada proses penyimpanan dan distribusi.

* Tips memilih Air Kemasan yang Aman

Tidak semua air minum dalam kemasan (AMDK) layak dikonsumsi. Bisa saja air tersebut tercemar zat-zat tertentu. Secara fisik, air minum kemasan yang tercemar terdapat semacam lendir di dalamnya. Jika hal itu ditemukan, maka berarti air minum kemasan tersebut tidak layak dikonsumsi.

Pencemaran bisa dilihat secara fisik maupun kimiawi. ”Secara kimiawi, untuk mengetahui apakah air kemasan tercemar atau tidak, maka harus dilakukan pengujian laboratorium.” Karena itu, kita perlu hati-hati dalam memilih air minum dalam kemasan.

Inilah sejumlah tips bila kita hendak memilih air minum kemasan yang aman dikonsumsi:

1. Telitilah penampilan fisik air minum dalam kemasan, masih bagus atau tidak. Pastikan tidak ada semacam lendir di dalamnya. Sebab ini merupakan indikasi tercemar atau tidaknya sebuah produk air dalam kemasan.

2. Pilihlah produk yang mencatumkan label ingredient. Sebab kita akan mengetahui kandungan-kandungan dalam air kemasan tersebut. Misalnya tentang kandungan mineral dan kadar pH-nya. Selama ini sangat sedikit perusahaan air minum dalam kemasan yang mencantumkan ingredient dalam produknya. Padahal ketentuan itu diwajibkan dalam UU Perlindungan Konsumen.

3. Label tersebut akan sangat penting untuk mengetahui proses mineralisasi air kemasan tersebut. Apakah mineralnya berasal dari bahan baku atau karena diberi zat-zat mineral tertentu.

Tanggal 22 Maret adalah Hari Air Sedunia :

World Water Day (WWD), Hari Air Sedunia, diperingati setiap tahun pada 22 Maret. Peringatan ini dilakukan sejak … Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai payungnya menugasi setiap organisasi di bawahnya untuk menjadi ketua penyelenggaraannya.

Pada tahun ini UNESCO (badan PBB) yang mengurusi pendidikan, dan budaya. Tema WWD 2006 adalah Water and Culture, Air dan Kebudayaan. Intinya, mengingatkan bahwa setiap agama memperlakukan air sebagai sesuatu yang sakral, dan setiap negara dengan kebudayaannya pun memperlakukan air dengan menempatkan air sebagai barang yang ‘sakral atau sangat penting’ sehingga harus dihemat, dan dipelihara. Setiap negara merayakan dengan kegiatan yang khas negara masing-masing.

Kriteria Air Sehat :

* Secara fisik, air yang sehat adalah yang jernih, tidak berbau, dan tidak berasa.

* Secara kimia, air sehat memiliki kadar pH-nya netral dan kandungan mineral-mineralnya terbatas.

* Secara mikrobiologi, air sehat tidak mengandung E coli dan salmonela.

* Terapi Air pada Diri kita

Air dapat dipakai sebagai pengobatan. Terapi air adalah terapi alami yang didasari penggunaan air secara internal (dengan meminum air) dan eksternal sebagai pengobatan berbagai penyakit.

Dengan meminum air enam gelas atau 1,5 liter per hari setiap pagi dapat menyembuhkan penyakit secara luar biasa. Dari penyakit ringan dapat diatasi dengan minum air. Bahkan untuk pengobatan penyakit seperti batuk, bronchitis, TBC paru, gangguan ginjal, penyakit urogenital, kelebihan kadar asam tubuh, disentri, gastroenteritis, kanker rahim, konstipasi, diabetes, penyakit mata, menstruasi tidak teratur, kanker payudara, laringitis, sakit kepala, leukemia, arthritis dan hipertensi dapat diterapi dengan air.

Prosedur Terapi Air :

1. Setiap pagi setelah bangun tidur segera minum 1,5 liter air, yaitu sekitar 5-6 gelas. Air ini harus berada pada suhu kamar, dan cara yang lebih aman agar anda tidak terlalu berat menjalankannya, yaitu dengan memasukkan air ke botol ukuran 1,5 liter dan simpan botol tersebut di samping tempat tidur Anda sebelum tidur.

2. Tidak ada minuman atau makanan padat yang dimakan selama 1 jam sebelum dan sesudah minum 1,5 liter air. Pada awalnya, mungkin kesulitan minum sebanyak itu dalam waktu yang singkat, tetapi secara berangsur-angsur Anda akan dapat melakukannya. Jadi ketika baru memulai terapi ini, minumlah 2 gelas air pertama, kemudian 1 gelas setiap lima menit, sampai air di botol tersebut habis.

3. Untuk seseorang yang menderita arthritis atau rematik sebaiknya mempraktikkan terapi ini tiga kali sehari, yaitu pada pagi hari, sore dan malam hari, 1 jam sebelum makan selama seminggu. Setelah nyeri agak mulai berkurang, lakukan dua kali sehari hingga penyakit tersebut hilang.

4. Mengonsumsi air secara luar biasa adalah cara terbaik untuk membersihkan tubuh dari racun-racun. Sebagaimana kita tahu, tubuh kita terbuat lebih dari 70% air. Air tubuh tersebut dalam bentuk darah dan cairan lain yang harus selalu dibersihkan. Jika darah lebih kental, maka jantung akan bekerja lebih keras untuk menyaring berbagai kotoran dan racun untuk keluar dari tubuh, dan mendistribusikan nutrien ke bagian tubuh lain. Darah sebagai alat utama untuk penyembuhan penyakit ringan dan pemulihan kesehatan. Untuk itu, terapi air sangat diperlukan untuk menjaga darah agar dapat berfungsi dengan baik.

* Air Putih Baik Bagi Kesehatan Jantung

Anda ingin turunkan resiko sakit jantung? Minum saja air putih. Mungkin ungkapan tersebut terbilang sangat sederhana, tapi begitulah hasil studi yang dilakukan para peneliti dari Loma Linda University di California.

Riset tersebut mengemukakan orang yang minum minimal lima gelas air perhari lebih jarang meninggal dunia akibat serangan jantung dibandingkan yang minum air kurang dari dua gelas setiap harinya.

Sebaliknya orang yang mengkonsumsi minuman selain air putih beresiko meninggal akibat serangan jantung dibandingkan yang minum lebih sedikit.

Analisi ini didasarkan pada studi yang melibatkan 8.280 pria dan 12.017 wanita dengan kisaran usia 38 tahun. Studi selama enam tahun yang dipimpin oleh Jacqueline Chan, DrPH bersama rekannya Synnove Knutsen, MD, PhD, ini mencatat kejadian dan perkembangan penyakit jantung koroner. Dari jumlah tersebut 246 responden meninggal akibat sakit jantung.

Hasil studi yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology ini menyebutkan risiko serangan jantung pada responden yang minum lebih dari 5 gelas perhari berkurang sampai 41 persen. Sementara pada pria risiko kondisi yang mengkonsumsi minuman lain termasuk teh, kopi, jus, susu dan alkohol tetap beresiko tinggi terkena serangan jantung.

Menurut Chan air yang diminum akan diserap masuk ke dalam aliran darah, hal ini bisa menurunkan ketebalan pembuluh darah, jadi resiko terkena serangan jantung yang dipicu bekuan darah pun akan berkurang.

Sebaliknya minuman lain akan mempertebal pembuluh darah, pasalnya setelah dicerna bahan ini akan mengandung konsentrasi yang sama dengan darah.

Berbeda halnya dengan aspirin dan alkohol yang bisa menurunkan risiko serangan jantung tapi disertai problem kesehatan lain, sementara air tergolong murah, mudah diperoleh dan tak membahayakan.

[idionline/HumanHealth]